7 Penyebab Diare pada Balita

7 Penyebab Diare pada Balita

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Masyarakat, diare dengan gejala dari air limbah sering dilihat sebagai sesuatu yang ringan. Meskipun diare pada anak bisa berakibat fatal. Berikut di bawah ini adalah penyebab diare:

1. Alergi makanan

Bisa jadi, anak Anda alergi terhadap makanan ringan atau menu baru ia mencoba. Selain itu, usia 1 sampai 3 tahun adalah periode di mana anak mulai makan. Biasanya, setiap anak untuk mencoba makanan baru, menyadari efek pada anak-anak, termasuk buah dan menu jus. Oleh karena itu, ibu perlu tahu apa yang dimakan oleh anak-anak. Jangan biarkan orang-orang meninggalkan rumah atau makanan lain di balita tanpa sepengetahuan dirinya.

7 Penyebab Diare pada Balita
7 Penyebab Diare pada Balita

2. Tidak cocok dengan susu

Hal ini juga cukup umum. Bisa jadi anak Anda tidak cocok dengan susu formula dalam tertentu, tetapi jenis lain dari minum susu yang aman. Tetapi mereka yang tidak toleran laktosa sehingga tidak bisa mengkonsumsi susu atau susu perlu menjadi istimewa.

3. Menggigit kuku

Menggigit kuku dan mengisap jari adalah kebiasaan buruk yang perlu dicegah. Kotoran dan bakteri dapat masuk ke dalam tubuh sehingga bisa menjadi diare pemicu.

Yang sama-sama beresiko mendorong benda ke mulut, seperti mainan, plastik, dan setiap anak yang ditemukan di lantai.

Solusinya, mengawasi anak-anak dan jangan biarkan dia memasukkan benda ke dalam mulut mereka. -Menerus terus memberikan anak Anda arti bahwa ia tidak harus menggigit kukunya, mengisap jari atau memasukkan benda ke dalam mulut karena tidak bersih dan dapat menyebabkan penyakit.

4. Jarang mencuci tangan

Ibu, anak-anak harus mencuci tangan secara teratur, terutama setelah terpapar hal-hal kotor dan sebelum ia makan. Cuci tangan juga harus benar ya, Mom. Bilas dengan air, sabun, dan benar-benar bersih hingga semua bagian tangan dan antara jari-jari.

tangan kotor merupakan sumber dari berbagai penyakit, termasuk diare. Apalagi jika tangan menyentuh mulut atau memegang makanan untuk dimakan. Sebaliknya, tangan dan pengasuh ibu juga harus bersih. Jangan biarkan orang dewasa di sekitar anak hanya mencuci tangan malas, terutama ketika akan membantu anak-anak makan.

5. Efek samping dari obat – obat

Sebelum memberikan obat untuk anak-anak melihat petunjuk pertama. Ada obat yang bila dikonsumsi memiliki risiko efek samping menyebabkan diare (jika pengguna tidak cocok). Jika obat tidak menyebabkan diare, berarti ibu saya harus berhenti dan menggantinya dengan yang lain.

6. Makanan pedas atau asam

Berbeda dengan pencernaan orang dewasa, balita jadi pencernaan sensitif. Selain itu, ia telah mencoba makanan -coba. Oleh karena itu, rasa cenderung pedas atau asam dapat menyebabkan masalah perut atau pencernaan yang menyebabkan diare.

7. Keracunan Makanan

Kita harus benar-benar memperhatikan makanan atau minuman yang diberikan kepada anak-anak. Makanan / minuman yang memiliki kadaluarasa, rusak, atau tidak segar dapat mengandung bakteri yang berpotensi menjadi diare pemicu.

About the author

Leave a Reply